SAYA yakin semua pemasar sudah tahu yang namanya marketing-mix. Marketing-mix ini memang "makanan" sehari-hari para pemasar. Bahkan bagi banyak praktisi pemasaran, marketing-mix inilah yang dianggap sebagai konsep marketing secara keseluruhan.Marketing-mix sering dipahami sebagai prinsip marketing yang lengkap. Namun bagi saya, marketing-mix hanyalah sebuah elemen dari Taktik Pemasaran selain Diferensiasi dan Selling. Marketing-mix ini ibaratnya merupakan "puncak dari sebuah gunung es", bagian yang paling terlihat dari aktivitas sebuah perusahaan di pasar.
Istilah marketing-mix pertama kalinya dikemukakan oleh Neil Borden, profesor dari Harvard Business School, dalam pidatonya di American Marketing Association (AMA) pada 1953.
Setelah itu, pada akhir 1950-an, Prof. Jerome McCarthy dari Michigan University mengklasifikasikan marketing-mix ini menjadi product, price, place, dan promotion. Karena itulah, marketing-mix ini sering disebut juga sebagai 4P.
Bagi saya, marketing-mix ini adalah creation tactic dari sebuah perusahaan karena marketing-mix haruslah merupakan hasil kreasi dari diferensiasi konten, konteks, dan infrastruktur. Selain itu, sebenarnya 4P tersebut bisa dikelompokkan menjadi dua macam lagi, yaitu penawaran (offer) yang mencakup produk dan harga (price), serta akses yang mencakup saluran distribusi (place) dan komunikasi (promotion).
Maka, marketing-mix juga berarti mengintegrasikan penawaran dan akses dari sebuah perusahaan. Penawaran harus bisa diintegrasikan dengan baik dengan akses untuk menciptakan sebuah kekuatan pemasaran di pasar. Ditinjau dari hasil yang bisa didapat, marketing-mix ini terdiri dari tiga macam. Yang pertama adalah destructive marketing-mix, yaitu marketing-mix yang tidak menambah customer value dan tidak membangun merek perusahaan. Selengkapnya >> Download