Mendekati akhir tahun yang lalu, aku sempat memprediksi bahwa Plurkakan menjadi the next big thing di dunia online. Namun beberapa waktu yang lalu agak sempat pesimis, sepertinya Plurk sudah mulai ditinggalkan para penggunanya.
Orang-orang sudah tidak lagi terobsesi dengan mengejar Karma. Namun penyedia Plurk ternyata tidak kehilangan akal, mereka mengintegrasikan status di Plurk yang bisa juga muncul di Facebook. Lalu berikutnya, Anda nggak perlu capek-capek login ke Plurk, cukup nulis di MSN Messenger atau di Gtalk maka eksis deh di Plurk.
Ini sesuatu pelajaran yang menarik, kehadiran Facebook yang memberikan kebebasan setiap orang untuk membuat aplikasi. Banyak website yang kemudian membuat aplikasi yang terhubung ke Facebook, mengapa??? Karena semua orang begitu mabuk kepayang dengan facebook. Mulai dari buat narsis, bersosialisasi, hingga berbisnis semuanya bisa dilakukan di Facebook.
Lanskap ini kemudian juga mengubah banyak perusahaan yang tak segan menggabungkan dirinya ke tempat lain yang lebih potensial. Seperti halnya Plurk yang terintegrasi dengan Gtalk dan MSN Messenger. Para provider sadar mereka gak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, mau gak mau harus saling bergabung yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
Satu pelajaran lain dari ini, Plurk punya tim yang sangat hebat dan selalu melakukan inovasi-inovasi agar selalu update dan dicintai konsumennya. Lihatlah bagaimana Plurk sudah mencuri para pengguna setia Twitter, dan bahkan mengakuisisi penggila baru microblogging. Karena Plurk mempunyai tampilan yang lebih trendi dan kasual. Sehingga langsung saja, Plurk yang masih sangat prematur dibandingkan Twitter punya pengguna lebih besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Google Trend, Indonesia menjadi pengguna terbesar dari Plurk, sementara untuk pengguna TwitterIndonesia hanya berada di peringkat 7 di seluruh dunia.
Orang-orang sudah tidak lagi terobsesi dengan mengejar Karma. Namun penyedia Plurk ternyata tidak kehilangan akal, mereka mengintegrasikan status di Plurk yang bisa juga muncul di Facebook. Lalu berikutnya, Anda nggak perlu capek-capek login ke Plurk, cukup nulis di MSN Messenger atau di Gtalk maka eksis deh di Plurk.
Ini sesuatu pelajaran yang menarik, kehadiran Facebook yang memberikan kebebasan setiap orang untuk membuat aplikasi. Banyak website yang kemudian membuat aplikasi yang terhubung ke Facebook, mengapa??? Karena semua orang begitu mabuk kepayang dengan facebook. Mulai dari buat narsis, bersosialisasi, hingga berbisnis semuanya bisa dilakukan di Facebook.
Lanskap ini kemudian juga mengubah banyak perusahaan yang tak segan menggabungkan dirinya ke tempat lain yang lebih potensial. Seperti halnya Plurk yang terintegrasi dengan Gtalk dan MSN Messenger. Para provider sadar mereka gak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, mau gak mau harus saling bergabung yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
Satu pelajaran lain dari ini, Plurk punya tim yang sangat hebat dan selalu melakukan inovasi-inovasi agar selalu update dan dicintai konsumennya. Lihatlah bagaimana Plurk sudah mencuri para pengguna setia Twitter, dan bahkan mengakuisisi penggila baru microblogging. Karena Plurk mempunyai tampilan yang lebih trendi dan kasual. Sehingga langsung saja, Plurk yang masih sangat prematur dibandingkan Twitter punya pengguna lebih besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Google Trend, Indonesia menjadi pengguna terbesar dari Plurk, sementara untuk pengguna TwitterIndonesia hanya berada di peringkat 7 di seluruh dunia.